Jakarta(ANTARA) - Anggota Polda Metro Jaya menangkap seorang calo tiket pesawat lantaran turut menjual surat hasil tes usap polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 palsu. "Satu kasus tersangka inisial FN, kerja setiap hari adalah dia melalui media online menjual tiket peswat selama ini.
Baca Penjual Tiket Pesawat Tawarkan PCR dan Kartu Vaksin Palsu ke Penumpang Mula-mula dia menawarkan kepada konsumen yang membeli tiket pesawat untuk menerbitkan PCR sebagai persyaratan perjalanan jarak jauh. PCR palsu itu dipatok seharga Rp700 ribu. Setelah konsumen setuju, baru dia meminta pelaku lain menerbitkan surat tersebut.
GiriMenang (Suara NTB) - Oknum Ketua Bumdes dan pengelola wisata di Lombok Barat diamankan aparat kepolisian lantaran diduga menjual tiket palsu. Ketua Bumdes yang juga berprofesi sebagai Aparatur Sipil Negera (ASN) bersama ketua unit pengelola wisata itupun telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polsek Narmada. Ditemui di kantornya Selasa, 10 Mei 2022, Kapolsek Narmada Kompol
Foto Istimewa. Pria bernama Fiki Juniansyah menjadi korban penjualan tiket palsu PSM Makassar Vs Persija Jakarta. Dia awalnya mencurigai kode barcode tiga tiket yang sama sehingga melapor ke polisi. "Kode barcode-nya sama semua. Kan di tiket itu ada semua kode barcode-nya. Kebetulan sama semua nomor seri belakangnya saya lihat toh," ungkap
Penipuanpembuatan SIM palsu tersebut dilakukan melalui media sosial sehingga ada satu orang yang menjadi korban penipuan tersebut. Tiket Pesawat Murah: Cek harga tiket promo di Skyscanner
TernyataRisma membelikan tiket maskapai Oman Air untuk pergi saja. Tiket pulangnya palsu. Sebagai direktur, Chica harus mengganti Rp 25,1 juta. Risma juga kembali mengakali bosnya saat mendapat pesanan tiket Thai Airways dari Jakarta ke Moskow untuk 10 orang. Tiket itu dipesan pada Maret 2018 untuk keberangkatan Desember 2018.
BACAJUGA: Liburan Dulu, Nih Jadwal Tiket Pesawat Jakarta-Palembang Besok. Berangkat pukul 07.00 WIB dari Tangerang tiba di Palembang pukul 08.05 WIB harga tiket Rp741.900/orang. Berangkat pukul 09.35 WIB dari Tangerang tiba di Palembang pukul 10.40 WIB harga tiket Rp900.600/orang.
Denganbiaya tambahan PCR palsu seharga Rp 700 ribu. Jadi tiket pesawat plus PCR palsu," ucapnya. "Dia memesan Rp 300-400 ribu kemudian ada keuntungan juga Rp 300-400 yang dia terima untuk PCR.
hMHvqz.
Bangkok - Seorang wanita yang menjadi pelaku penipuan tiket pesawat pada tahun 2014 di Thailand akhirnya ditangkap. Lebih dari 100 orang menjadi dari Thaiger, seorang wanita yang telah menipu lebih dari 100 orang akhirnya tertangkap. Ia melakukan penipuan tiket pesawat sejak 2014 dan menghasilkan lebih dari 11 juta baht atau setara Rp 4 miliar. Modus penipuannya dilakukan dengan cara menjual tiket pesawat palsu kepada calon berhasil menghindari kepolisian selama delapan tahun, ia akhirnya ditangkap oleh Polisi Perlindungan Konsumen. Kepolisian berhasil menangkap pelaku di apartemennya di Phetkasem Soi 77, Distrik Nong Khaem, Thailand. Ia didakwa dengan pasal penipuan dan iklan palsu atas aksinya. Pelaku dituduh menjalankan layanan pemesanan tiket palsu yang menawarkan tiket penerbangan dari berbagai maskapai besar. Pemesanan ini dilakukan melalui email dan secara Kepala Divisi Polisi Perlindungan Konsumen subdivisi 1, layanan pemesanan ini aktif pada tahun 2014, mulai dari 12 April hingga 23 Desember. Selama periode ini, pelaku berhasil menipu lebih dari 100 pelanggan yang tertipu mempercayai layanan pemesanan ini karena mereka menerima pesan konfirmasi yang meyakinkan. Mereka semua menerima konfirmasi bahwa uang telah diterima dan tiket telah diterbitkan atas nama ketika para pelanggan tiba di bandara dan mencoba untuk check in, mereka ditolak oleh konter check in maskapai karena tiket dianggap tidak valid. Mayoritas pelanggan yang tertipu langsung menghubungi layanan pemesanan dari awalnya, pelaku masih merespons komplain pelanggannya. Namun kemudian intensitas komunikasi terus berkurang dan wanita itu menghilang. Saat itulah para korban berkumpul dan mengajukan pengaduan bersama kepada kriminal setempat akhirnya mengeluarkan surat perintah penangkapan. Dalam proses ini, pihak kepolisian menemukan surat perintah lain untuk sang pelaku yang dikeluarkan pada bulan Desember 2014 atas tuduhan penipuan surat perintah pertama tampaknya mengalami penundaan. Hingga akhirnya pada akhir Agustus 2022 pihak kepolisian melakukan pelacakan dan berhasil menangkap pelaku setelah ia berhasil bebas selama delapan tahun. Simak Video "Kenapa Harga Tiket Pesawat saat Lebaran Mahal?" [GambasVideo 20detik] ysn/fem
Jakarta - Polisi menangkap seorang pria berinisial FN, agen penjual tiket pesawat yang menjual hasil swab PCR palsu. Sejak Juni 2021, FM sudah meraup keuntungan dari menjual swab PCR palsu itu senilai belasan juta rupiah."Keuntungan yang diraup hampir Rp 11 juta," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, kepada wartawan, Selasa 27/7/2021.Yusri mengatakan tersangka telah melancarkan aksinya sejak PPKM darurat diterapkan, yakni satu bulan lalu. Pelaku, kata Yusri, telah menjual hasil tes PCR palsu sebanyak lebih dari 20 surat. "Pengakuan sejak Juni 2021 dia bermain ini, sudah lebih dari 20 surat, kami dalami apakah lebih dari ini," sendiri memesan surat swab PCR palsu dari seseorang yang masih diburu. Pelaku menjual hasil swab PCR palsu sebesar Rp 700 ribu."Pelaku menjual tiket dan hasil PCR palsu seharga Rp 700 ribu. Dia sanggup menyiapkan PCR tanpa melalui tes, nanti akan keluar. Dengan biaya tambahan PCR palsu seharga Rp 700 ribu. Jadi tiket pesawat plus PCR palsu," ucapnya."Dia memesan Rp 300-400 ribu kemudian ada keuntungan juga Rp 300-400 yang dia terima untuk PCR. Kemudian," Tiket di MedsosYusri menyampaikan FN setiap harinya menjual tiket pesawat secara daring. FN mempromosikan tiket pesawat dan hasil swab palsu di akun media sosialnya."Tersangkanya FN kerja setiap hari adalah dia sering melalui medsos menjual tiket pesawat selama ini. Tapi dengan ada aturan PPKM darurat dan level 4 sejak Juni lalu, FN ini menawarkan tiket pesawat plus PCR tanpa melalui tes," lanjut Yusri mengimbau masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan. Dia meminta masyarakat yang masih menjual hasil PCR palsu segera berhenti demi keselamatan satu sama lain."Untuk masyarakat yang mengambil cara cepat seperti ini berhenti. Kita harus bersinergi bersama memerangi COVID. Kalau merasa reaktif nggak usah memaksakan diri mencari barang palsu seperti ini, kasihan yang lain bisa terpapar. Jakarta sudah mulai agak landai, mudah-mudahan ini bisa kita pertahankan, kurangi mobilitas, taat prokes 5M dan vaksinasi, di Jakarta udah 85 persen vaksinasi. Insyaallah dengan vaksinasi kita bisa menekan COVID-19," perbuatannya itu, FN dijerat dengan Pasal 35 dan 51 UU ITE No 19 Tahun 2016 atas Perubahan UU No 11 Tahun 2008 serta Pasal 263 KUHP. mea/mea